Kembali ke Daftar Destinasi
Wisata AlamRp 20,000

Batu Susun Dinamuden

📸Galeri Foto

Batu Susun Dinamuden 1
Batu Susun Dinamuden 2
Batu Susun Dinamuden 3
16 file RAW (CR2) tersedia — klik untuk lihat

📖Tentang Batu Susun Dinamuden

Batu Susun Dinamuden atau "Batu Tandeng" merupakan formasi batu bertingkat yang oleh masyarakat disebut sebagai "tangga ke kayangan". Fenomena ini tergolong struktur megalitik non-funerary yang digunakan untuk upacara ritual, simbol status sosial, atau penghubung spiritual antara manusia dan alam atas.

📜Sejarah & Latar Belakang

Dinamuden dalam bahasa Tonsea artinya "dirempahi" atau "diberikan rempah-rempah". Batu ini diperkirakan sudah berumur ribuan tahun, dari segi bentuk bermacam-macam: segi empat, segi enam, dan masing-masing batu memiliki beberapa lobang yang diduga menjadi pengait antar batu yang tersusun. Proses pengkatingan batu ini sangat rapi karena di sisi-sisi batu dibuat licin dan rapi.

🌿Makna Budaya

Batu Susun Tumaluntung memperlihatkan teknik penyusunan batu besar tanpa perekat, serupa dengan sistem masonry prasejarah yang juga ditemukan di Toraja dan Flores, mengindikasikan kesamaan pola budaya Austronesia Timur. Menariknya, batu ini mengandung unsur logam sehingga bisa lengket dengan magnet. Ke lokasi dapat ditempuh 20 menit dari jalan utama Minawerot.

Highlight & Aktivitas Utama

Formasi batu megalitik
Tangga ke kayangan
Situs ritual kuno
Kandungan logam unik

💡Tips Kunjungan

  • 1Bawa magnet untuk mencoba sifat logam pada batu
  • 2Dapat dijangkau dengan mobil atau motor
  • 3Lokasi sekitar 20 menit dari jalan utama
  • 4Waktu terbaik berkunjung di pagi hari

Informasi Kunjungan

📍 Lokasi:Wanua Tumaluntung, Kecamatan Kauditan
🕐 Jam Buka:08:00 - 17:00 WITA
💰 Tiket:Rp 20,000