Batu Susun Dinamuden
📸Galeri Foto
📖Tentang Batu Susun Dinamuden
Batu Susun Dinamuden atau "Batu Tandeng" merupakan formasi batu bertingkat yang oleh masyarakat disebut sebagai "tangga ke kayangan". Fenomena ini tergolong struktur megalitik non-funerary yang digunakan untuk upacara ritual, simbol status sosial, atau penghubung spiritual antara manusia dan alam atas.
📜Sejarah & Latar Belakang
Dinamuden dalam bahasa Tonsea artinya "dirempahi" atau "diberikan rempah-rempah". Batu ini diperkirakan sudah berumur ribuan tahun, dari segi bentuk bermacam-macam: segi empat, segi enam, dan masing-masing batu memiliki beberapa lobang yang diduga menjadi pengait antar batu yang tersusun. Proses pengkatingan batu ini sangat rapi karena di sisi-sisi batu dibuat licin dan rapi.
🌿Makna Budaya
Batu Susun Tumaluntung memperlihatkan teknik penyusunan batu besar tanpa perekat, serupa dengan sistem masonry prasejarah yang juga ditemukan di Toraja dan Flores, mengindikasikan kesamaan pola budaya Austronesia Timur. Menariknya, batu ini mengandung unsur logam sehingga bisa lengket dengan magnet. Ke lokasi dapat ditempuh 20 menit dari jalan utama Minawerot.
⭐Highlight & Aktivitas Utama
💡Tips Kunjungan
- 1Bawa magnet untuk mencoba sifat logam pada batu
- 2Dapat dijangkau dengan mobil atau motor
- 3Lokasi sekitar 20 menit dari jalan utama
- 4Waktu terbaik berkunjung di pagi hari


